Minggu, 13 Maret 2016

jenis obat

Macam-Macam Obat dan Tujuan Penggunaannya

Keluarga 6 162.777
Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu diperhatikan benar etiket obat yanbg dibuat. Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.

1. Pulvis (serbuk)
Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.

2. Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.

3. Tablet (compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
a. Tablet kempa
paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung desain cetakan.
b. Tablet cetak
Dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan
c. Tablet trikurat
tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. sudah jarang ditemukan
d. Tablet hipodermik
Dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
e. Tablet sublingual
dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakan tablet di bawah lidah.
f. Tablet bukal
Digunakan dengan meletakan diantara pipi dan gusi
g. tablet Effervescent
Tablet larut dalam air. harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab.
Pada etiket tertulis "tidak untuk langsung ditelan"
h. Tablet kunyah
Cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak dirongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.

4. Pil (pilulae)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.

5. Kapsul (capsule)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
e. Mudah ditelan

6. Kaplet (kapsul tablet)
Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.

7. Larutan (solutiones)
Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).

8. Suspensi (suspensiones)
Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup kering.

9. Emulsi (elmusiones)
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.

10. Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.

11. Ekstrak (extractum)
Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.

12. Infusa
Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.

13. Imunoserum (immunosera)
Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.

14. Salep (unguenta)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.

15. Suppositoria
Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :
a. Penggunaan lokal -> memudahkan defekasi serta mengobati gatal,iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
b. Penggunaan sistematik -> aminofilin dan teofilin untuk asma,klorpromazin untuk anti muntah,kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif,aspirin untuk analgesik antipiretik.

16. Obat tetes (guttae)
Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).

17. Injeksi (injectiones)

Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.


sumber ; http://dechacare.com

manfaat daun sirih


20 Manfaat Daun Sirih Sebagai Obat Penyakit Tradisional

Manfaat Daun Sirih. Sirih adalah tanaman merambat asli Indonesia yang biasa dikunyah bersama kapur dan pinang, masyarakat menyebut dengan “nyirih”. Di daerah NTB (Nusa Tenggara Barat), penduduk Suku Bayan yang dipimpin oleh Raden Wira Anom (dipanggil Mamiq) adalah salah satu suku yang masyarakatnya kental dengan budaya nyirih. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan sebuah filosofi kehidupan. Kapur digambarkan seperti tulang, dan pinang adalah dagingnya, sementara daun sirih merupakan bagian tubuh yang menutupi keduanya, sehingga tercipta air liur berwarna merah yang juga dikatakan sebagai darah.

manfaat daun sirih
Dalam dunia medis, mengunyah sirih dikaitkan dengan penyakit kanker mulut serta pembentukan squamous cell carcinoma yang memiliki sifat malignan. Disamping itu para leluhur juga sering menggunakan daun sirih sebagai tanaman obat (fitofarmaka) yang berkhasiat menyembuhkan banyak penyakit. Kegiatan pengobatan dari daun sirih tersebut menjadi warisan yang tak ternilai harganya.

Khasiat Daun Sirih

Sifatnya yang anti-septik bisa Anda gunakan untuk menghilangkan bau badan akibat bakteri atau kuman. Disamping itu dampak positif dari pemanfaatan daun sirih yaitu mampu menahan pendarahan, mempercepat proses penyembuhan luka di salah satu bagian tubuh, dan mengatasi masalah pada sistem pencernaan.
Obat dari daun sirih bisa untuk mengatasi mimisan (hidung berdarah), caranya dengan melintingkan 2 lembar daun sirih segar yang telah dibersihkan ke dalam kedua lubang hidung sampai darah yang keluar tidak ada lagi.
Kandungan bahan aktif berupa fenol dan kavikol pada tiap lembaran daun sirih hutan sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pestisida alami untuk mengendalikan hama penghisap tanaman.

Manfaat Daun Sirih

Kegunaan daun sirih dalam kehidupan masih banyak, dirinya ikut berkontribusi dalam hal menjaga kesehatan tubuh manusia. Berikut ini manfaat daun sirih sebagai obat berbagai penyakit yang diharapkan berguna untuk Anda.
1. Batuk Berdahak dan Tidak Berdahak
  • Ambil segenggam daun sirih yang masih segar, cuci bersih semua lembaran daun.
  • Rebus dalam dua gelas air, tambahkan pula potongan jahe agar memberikan rasa sedikit pedas.
  • Tunggu hingga air tersisa satu gelas, barulah minum satu hari sekali.

2. Sariawan
  • Sediakan tiga lembar daun sirih, cuci bersih dan rebus hingga layu.
  • Lumatkan hasil rebusan daun, setelah itu tempelkan pada bibir atau lidah yang terdapat sariawan.
  • Jika sariawan terasa membaik, lakukan terus hingga sembuh.

3. Bronkitis
  • Petik 6 hingga 7 lembar daun sirih yang masih segar, potong halus.
  • Rebus daun sirih ke dalam panci bersama dua gelas air, tambahkan sedikit gula, setelah itu tuang pada gelas setelah air tersisa setengahnya.
  • Saring air rebusan dan minum sehari 3 kali masing-masing tiga sendok makan.

4. Jerawat
  • Siapkan daun sirih secukupnya, kemudian bersihkan.
  • Tumbuk hingga halus, kemudian seduh ke dalam satu gelas air panas.
  • Aduk, tunggu air menjadi hangat. Gunakan untuk membasuh muka.
  • Lakukan terus sehari dua kali sampai jerawat hilang, jika belum cobalah alternatif lain yang lebih efektif.

5. Keputihan
  • Cuci bersih 10 helai daun sirih segar, kemudian rebus ke dalam dua setengah liter air matang.
  • Tunggu mendidih dan biarkan suhu menjadi hangat (tidak terlalu panas).
  • Terakhir, gunakan air untuk membersihkan daerah kewanitaan (organ intim wanita) secara berkala.

6. Sakit Gigi
  • Ambil beberapa lembar daun sirih, kemudian rebus ke dalam dua gelas air.
  • Rebus smpai mendidih dan menyisakan satu gelas air.
  • Gunakan air rebusan untuk berkumur hingga rasa sakit pada gigi hilang.

7. Demam Berdarah
  • Rebus 5 lembar daun sirih dalam 2 gelas air matang hingga tersisa 1 gelas.
  • Minum air rebusan sehari dua kali masing-masing 1 gelas.

Jika Anda ingin melindungi kulit dari gigitan nyamuk aedes aegypti bisa dengan meramu daun sirih untuk dioleskan airnya pada seluruh permukaan kulit tubuh.
8. Bau Mulut
  • Bersihkan 1 lembar daun sirih secara asal.
  • Masukkan kapur dan pinang, kemudian tekuk daun sirih sampai menutup kedua bahan tadi.
  • Gigi, kunyah perlahan dan nikmati proses menyirih selama 5 menit.
  • Buang daun sirih dari mulut, keluarkana air liur yang berwarna kemerahan.
  • Rasakan kesegaran di mulut, dan coba hirup aroma yang dikeluarkan pasti menyejukkan.

9. Haid Tidak Teratur
  • Ambil 5 lembar daun sirih segar, rebus dalam 2 gelas air.
  • Tunggu mendidih dan tersisa 1 gelas air, kemudian minum air rebusan ketika hangat.
  • Lakukan rutin hingga masalah yang Anda alami teratasi.

10. Asma
  • Siapkan 7 lembar daun sirih, 1 sendok teh lada putih dan minyak kayu putih.
  • Gerus daun sirih juga lada putih hingga halus (bisa juga dengan melumat).
  • Campur kedua bahan yang telah digerus tadi pada minyak kayu putih secukupnya.
  • Oleskan obat asma ini pada bagian dada dan leher, baringkan tubuh dan rasakan khasiatnya.

11. Radang Tenggorokan
  • Seduh 3 lembar daun sirih dalam 1 gelas air panas.
  • Tunggu beberapa menit sampai agak mendingin, setelahnya gunakan untuk berkumur dengan posisi kepala memandang atap atau langit.
  • Pastikan beberapa debit air seduhan masuk ke dalam tenggorokan (hingga pangkalnya).
  • Terus jalani langkah pengobatan dengan ramuan ini hingga sembuh.

12. Gusi Bengkak
  • Ambil 6 helai daun sirih segar, cuci bersih dan didihkan dalam 3 gelas air.
  • Tuang air dalam gelas, saring dan tambahkan sedikit garam.
  • Berikutnya yaitu menggunakan air rebusan tadi untuk berkumur sebanyak 3 kali dalam sehari.

13. Membersihkan Mata (Mengatasi Mata Merah dan Gatal)
  • Rebus 6 lembar daun sirih yang masih muda dalam 1 gelas air.
  • Cuci mata secara perlahan menggunakan air rebusan tersebut selama 3 kali sehari.
  • Jika masalah pada mata sembuh, berarti tidak sia-sia obat yang Anda buat.

14. Bau Ketiak
  • Sediakan sekitar 30 lembar daun sirih, masukkan dalam wadah seperti baskom.
  • Tuangkan air secukupnya, lalu rebus hingga mendidih.
  • Tambahkan sedikit air dingin, atau Anda bisa menunggu hingga air tidak terlalu panas.
  • Gunakan air untuk mandi, jangan lupa basuh kedua kulit ketiak secara berulang.
  • Lakukan terus sampai bau ketiak hilang.

15. Luka Bakar
  • Bersihkan 5 helai daun sirih, peras sampai keluar airnya.
  • Gunakan sari atau air perasan tadi untuk mengoleskan kulit yang terkena luka bakar.
  • Sebelumnya pastikan Anda mencampur dengan sedikit madu hutan asli.

16. Koreng
  • 20 lembar daun sirih Anda rebus hingga air mendidih.
  • Gunakan air hasil merebus daun untuk dibasuhkan pada kulit yang koreng. 

Obat ini juga cocok untuk menghilangkan rasa gatal di sekitar koreng.
17. Bisul
  • Tumbuk 10 lembar daun sirih sampai benar-benar halus.
  • Gunakan dengan cara membalurkannya pada kulit yang terdapat bisul.
  • Balut menggunakan kain dengan erat, biarkan hingga mengering.
  • Jika sudah, lepas balutan dan balurkan dengan bahan baru.

18. Mimisan
Anda bisa langsung melintir daun sirih untuk menyumbat lubang hidung yang mengeluarkan darah.
19. Pendarahan Gusi
  • Petik 10 lembar daun sirih, bersihkan dahulu sebelum direbus.
  • Jika sudah, Anda tuang 5 gelas air dalam panci, gunakan untuk merebus daun.
  • Saring dan biarkan dingin, setelah itu gunakan untuk berkumur beberapa menit.

20. Menghilangkan Gatal
Anda bisa membalurkan daun sirih yang sudah dilumatkan pada permukaan kulit yang terasa gatal, kemudian balut dengan lap atau kain bersih yang sudah dibasahi air hangat sampai rasa gatal mereda.

Kandungan Daun Sirih

Di dalam daun sirih banyak mengandung minyak atsiri seperti minyak terbang (betlephenol), pati, diatase, seskuiterpen, gula dan zat samak serta kavikol yang bersifat sebagai anti-septik (pembunuh kuman), antioksidasi, anti-jamur dan fungisida.

Manfaat daun sirih sebagai obat penyakit tradisional tadi tidak lepas dari kandungan gizi maupun senyawa kimia yang tertanam di dalamnya. Jika Anda berhasil mengobati salah satu masalah kesehatan di atas menggunakan daun obat ini, tentunya sangat menakjubkan.
sumber : http://cakrawalasehat.blogspot.co.id/2014/08/manfaat-daun-sirih-sebagai-obat.html